Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

SM - 01

Senja merasa terlalu dini untuk jatuh cinta. Tentu saja ia bilang begitu, Senja baru saja turun dari angkot. Dan lelaki itu melintas disampingnya dengan motor berwarna merah menyala, lengkap dengan helm yang menutupi kepalanya tapi tidak dengan wajah tampannya. Senja bahkan belum tahu siapa nama lelaki itu. Tapi anehnya, jantungnya berlomba saat melihat senyum manis itu. Hatinya menggebu-gebu seolah menginginkan sesuatu. Sebuah perkenalan. Sayangnya sang waktu tak berpihak dengannya. Lelaki itu berlalu begitu saja. Tanpa menyebutkan nama, tanpa berjabat tangan, hanya wangi parfumnya yang tertinggal. Lucunya bagi Senja, itu sudah cukup untuk pagi ini. Pagi pertama ia berseragam putih abu-abu. Senja meraba jantungnya, masih berdetak kencang. Senyum simpul menghiasi wajah cantiknya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu katanya dalam hati. Senja berjanji pada diri sendiri, ia akan mencari tahu siapa lelaki itu. Namun hari ini akan Senja kenang selama hidupnya. Dimana...

Senja Mahesswara- Prolog

Gambar
Senja Mahesswara, gadis yang memiliki mata hitam pekat. Seperti kopi tanpa gula pertanda duka. Gadis belia yang diam-diam berlinang air mata ketika malam tiba. Karna teringat orang tuanya yang tak lagi tinggal bersama. Senja juga kecewa saat dia tahu bahwa ia mencintai orang yang sama dengan sahabatnya. Namun, ditengah masa-masa rapuhnya. Ada seseorang yang datang tak diundang dari pintu belakang. Memaksa Senja untuk keluar dari zona yang penuh kenang dan juga mengekang. Dia adalah Bumi Mahessa Putra. Lelaki tangguh yang tak kenal pasrah. Tak peduli sekalipun ia lelah, sebelum Senja luluh dan berlabuh ia tak akan menyerah. Satu hal yang membuat Bumi bersyukur adalah ketika ia berhasil membuat Senja betah dan mau diajak menikah.