Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Pandu Dan Rindu [Ayam Mbah Jenggot]

Gambar
Aku berjalan keluar UKS dituntun oleh Bagas. Begitu turun dari ranjang tadi Bagas langsung memapahku. Tak enak hati untuk menolaknya, tak tega untuk membuat ia malu di depan teman-teman yang lain. Padahal sebenarnya aku risih. Pandu bersandar di pintu mobil, lalu ia membukakan pintu untukku. Dengan berlari kecil ia memutari mobil kemudian masuk. Pandu mencondongkan tubuhnya, memasangkan sabuk pengaman. Hatiku sesak, seperti tertimpa batu besar, untuk beberapa saat aku lupa caranya bernapas. Wangi Pandu menyeruak membuatku terlena lantas memejamkan mata. "Aku bisa pakai sendiri !" Protesku. "Tanganmu kan sedang terluka, aku hanya menolongmu..." terang Pandu. "Lukanya hanya kecil..." "Iya emang, besok perbannya diganti plester aja." Aku sedikit bingung dengan ucapannya. "Terus kenapa tadi kamu repot-repot perban segala ?!" Kata ku berapi-api. "Sengaja biar keliatan keren..." "Apanya ?" Tanyaku tak sabar...

Pandu Dan Rindu [saingan ?]

Beberapa kali ponselku bergetar, tapi aku enggan untuk mengambilnya. Rasanya hari ini sangat melelahkan, membuatku ingin tidur lebih cepat. Baru 5 menit aku terlelap, ponselku kembali bergetar membuatku terpaksa bangun. Kali aja penting. Pandu : Lagi dimana ? Pandu : P Pandu : P Pandu : P Demi apa ? Pertanyaan macam apa itu ? Nyawaku masih belum terkumpul sempurna. Aku hanya melihat pesan Pandu lalu bersiap untuk tidur lagi. Pandu : yee dibaca doang, bales napa ! Sasa    : di rumah. Pandu : salam buat mamamu. Tuhkan aneh emang si Pandu. Nitip salam buat mama ? Gak salah nih ? Mulai ngeselin deh. Tapi kok bikin penasara ya. Sasa : salam apa ? Ponselku berdering, aku kaget mataku sedikit melebar. Pandu telfon ? 2 bulan kenal Pandu baru kali ini dia telfon. Pandu cuma telfon Sa ! Tarik napas pelan-pelan, buang ! Ulangi ! Sip ! Sekarang angkat telfonnya. "Halo Assalamu'alaikum...." kata Pandu diseberang sana. "Ha-halo..." kataku serak khas b...

Pandu Dan Rindu [Perempuan dan yang ada di kepala]

Gambar
Setelah selesai mandi dan mencuci jaket Pandu, aku menonton TV bersama keluargaku. Mereka tengah asyik menyaksikan sepak bola. Biasanya aku akan berada dibarisan paling depan, tapi kali ini memilih untuk duduk di samping mama. Mencoba fokus mengikuti aliran bola sekalipun pikiran di kepala bercabang-cabang tak karuan. Berulang kali aku melirik ke arah ponsel yang tergeletak di meja dengan keadaan yang masih sama. Mati, tak ada kilatan cahaya sedikitpun. "Kamu kenapa sih dek ? Kok tumben gak teriak-teriak ? Sakit ? " tangannya terulur memeriksa dahi. Aku menggeleng pelan. Entah apa yang sebenarnya aku pikirkan. Rasanya seperti ada yang kurang tapi aku tak tahu apa ? Seperti ada yang hilang tapi aku tak tahu harus mencari kemana ? Dilema. "Udah sana tidur aja besok sekolahkan !" Perintah mama. "Nanti nunggu gol dulu. Hehehhee." Nunggu yang lain juga sih, aku terkekeh geli. Mama kembali fokus pada Hansamu dan kawan-kawannya. Mata ku melirik ponsel...

Pandu Dan Rindu [ Alisa Putri Wijaya Samudra]

 Hari senin tiba, seperti biasa akan ada upacara bendera. Tapi kali ini akan ada serah terima jabatan OSIS di SMA NUSANTARA. Aku Alisa atau lebih sering dipanggil Sasa hanya mampu berjalan pelan menuju lapangan. Maklum tadi pagi belum sarapan. "Lemes banget sih Sa ?" Tanya Wulan sahabat Sasa sewaktu SMP "Biasa belum sarapan aku." Kata ku dengan sisa-sisa tenaga. "Pasti gara-gara Wulan datang ke rumah mu kepagian kan ?" Hardik Bella "Sialan ! Mamanya Sasa belum masak Bella Bello Belek !" Ejek Wulan. Yang dihina cuma senyam-senyum gak jelas. Bagi Bella itu adalah panggilan sayang dari Wulan. Lantas keduanya tertawa bersama. Membuat teman-teman yang lain melihat ke arah mereka. Aku meletakkan jari telunjukku dibibir. Menyuruh sahabat-sahabat ku untuk diam. Mereka kemudian mengarahkan pandangan ke arah depan. "Eh lihat deh. Itu kan kan Pandu !" Bisik Bella. Aku melihat pada satu titik. Dimana Lelaki itu berjalan dengan memba...

Pandu Dan Rindu

Gambar
                     Cuap-cuap penulis Ini hanyalah cerita sederhana tentang kisah cinta remaja di masa SMA. Apakah ini realita atau hanya khayalan semata ? Biarlah menjadi sebuah rahasia. Kenapa judulnya Pandu Dan Rindu ? Kamu akan tahu jawabannya segera. Aku tidak berekspektasi lebih. Karena ini cerita pertama yang aku buat dan aku sebar luaskan. Aku hanya ingin tahu seberapa besar aku mampu membawa mu kedalam alur cerita ku. Dan untuk kamu, ia kamu yang baca. Tolong kritik dan sarannya. Jika dirasa perlu beritahulah orang-orang disekitar mu bahwa ada Pandu Dan Rindu. Apakah cerita ini akan selesai ? Aku akan berusaha. Apakah akhir cerita ini akan bahagia ? Tentu. Aku akan menjaminnya ! Salam ku pada mu Pemilik rindu Hilal