Pandu dan Rindu [Pandu dan Rindu]
Aku berhenti di sebuah warung tenda. Sebenarnya aku butuh coklat tapi entah kenapa aku malah memesan susu jahe. Warung tenda ini tak tertutup sempurna, dari sini aku bisa melihat orang-orang yang berlalu-lalang. Pikiranku melayang, aku mencerna sejauh kedekatanku dengan Pandu. Sepertinya dia benar-benar menganggapku sebagai teman. Aku tersenyum getir mengingat itu. Aroma jahe benar-benar membuatku semakin meneteskan air mata. Entah kenapa aku rindu kehadiran Pandu. "Gak usah diminum!" Aku sangat hafal dengan suara ini. "Biarin...lagi pengen ini !" Aku membantah perkataannya. "Siniin..." tanganya dengan lancang mengambil gelas berisi susu jahe milikku. Aku memberikan tatapan tajam ke arah nya. Saat mataku bertemu dengan mata hitam pekatnya, aku sadar bahwa pesonanya membuatku kembali jatuh ke dalam dunianya. Menyebalkan ! "Nihhh..." dia memberiku es coklat. Aku tersenyum "dasar !" Terdengar suara tawa Pandu, seketika ha...