Pandu dan Rindu [ke rumah Pandu]

Pulang sekolah aku dan Wulan mampir ke rumah Bella, ada dua mobil di bagasi. Berarti orang tua Bella sudah pulang. Aku menghela napas lega.

Mataku menajam menatap sebuah motor yang sangat aku kenali.

*******************

Bella dan juga kedua orang tuanya tengah asyik mengobrol di ruang tamu. Eitsss tunggu itu kan ? Hah ! Rangga ?! Gercep juga ternyata. Wulan menyenggol lenganku. Aku hanya tertawa sebagai balasan.

"Tante...om..." panggilku pelan sambil bersalaman. Diikuti Wulan di belakangku kemudian.


"Tante sama om ke dalam dulu ya. Mau istirahat." Kata ibu Bella pamit.

Aku, Wulan dan Rangga hanya mengangguk.

Bella memelukku dan Wulan bersamaan. Dia tertawa lepas sore ini.

"Makasih ya..." matanya berkaca-kaca.

Aku tak mampu berkata apa-apa lagi selain mengucapkan syukur di dalam hati.

"Eh kamu ngapain disini ?" Tanya Wulan.

"Heheheheh..." Rangga hanya tertawa.

Aku memandangnya penuh curiga. Tapi Rangga hanya tertawa tanpa dosa.

"Om sama tante kapan pulang ?" Aku mengalihkan pembicaraan.

"Tadi malem setelah kalian bubar, Ibu sama bapak ku pulang." Bella tersenyum diakhir kalimat.

"Tadi malem juga ada yang berbunga-bunga." Kata Wulan dengan nada menggoda.

"Siapa ?" Tanya Bella kepo.

"Tuhhhh..." Wulan menunjuk ke arah ku.

"B aja sih." Kata ku datar.

"Masa ?" Kata Bella lagi. Dia benar-benar sudah kembali seperti sebelumnya.

Aku hanya mengangguk lalu menunduk lemah. Entah kenapa aku merasa lelah dengan semua ini. Pandu membawa ku ke atas awan tugas ku hanya perlu bersiap bila dijatuhkan tiba-tiba.

Wulan menatapku iba "sabar ya...."

"Ehemmmm..." terdengar Rangga berdeham.

Aku, Bella dan Wulan memandang Rangga dengan penuh selidik.

Dia menggaruk rambut belakangnya "sebenernya aku, Rizal sama Pandu itu sahabatan...."

"Haaaaa ?!" Bella sedikit berteriak.

"Apa ? Yang bener aja ?!" Kata Wulan tak kalah seru.

"Iya dari SMP malah...."

"Gak percaya tuh..." kataku.

"Beneran, mungkin ini saatnya kamu tahu semuanya. Ayo..." Rangga kemudian bangkit dari tempat duduknya.

"Kemana ?" Tanyaku cepat.

"Ke rumah Pandu..." kata Rangga cepat. Tangannya menyambar jaket.

"Ih gak mau, masa tiba-tiba dateng ke rumahnya..."

Bella dan Wulan melemparkan tatapan tajam padaku. Aku meringis "ya udah ayo..." aku menyerah.

*****************

Motor Rangga berhenti di depan rumah berwarna putih. Dengan bunga mawar merah di halaman. Ternyata rumah Pandu tak searah dengan rumahku. Jadi selama ini dia berbohong padaku. Tapi untuk apa ?

"Kamu masuk aja, ini urusan pribadi. Aku gak mau ikut campur, aku pulang dulu ada urusan. Heheheh." Rangga melajukan motornya sambil melambaikan tangan.

Dasar sialan ! Rangga awas ya kamu ! Nyebelin !

Aku masih mematung di depan pintu yang sudah terbuka. Bukan aku tak berani untuk mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Tapi suara Pandu yang tengah tertawa dengan seseorang membuatku keberanianku menciut.

"Taaaa ! Cepet kerjain jangan becanda terus..." terdengar suara Pandu.

"Udahan dulu dong, aku capek tahu dari tadi ngerjain matematika terus." Aku seperti tak asing dengan suara ini.

"Tataaa !" Kali ini Pandu teriak.

"Iya...iyaaa..."

Detak jantungku menggila aku bahkan tak tahu bagaimana untuk mengatasinya. Rasa sesak mulai menghampiriku. Mataku terasa pedas.

"Ehhh cari siapa dek ?" Wanita cantik dengan daster rumahan mengagetkan ku.

Aku meremas tasku "maaf bu sepertinya saya salah alamat. Permisi..."

Aku berjalan cepat keluar dari halaman rumah Pandu. Tanganku menyeka butiran kristal yang menetes. Aku menggigit bibirku kuat-kuat.



  -Selesai-






Tapi bo'ong hehhehe....













Komentar

Postingan populer dari blog ini

SM - 02

SM - 04

SM - 03