Perihal Dia 2

Bagian 6 (enam)

Apa kamu sakit ? Tubuh mu panas, badan mu menggigil, hidung mu merah. Suara mu serak dan kamu batuk. Ah ! Kamu pasti kedinginan karena air hujan. Mulai sekarang aku benci hujan.

Bagian 7 (tujuh)

Rembulan. Sampaikan maaf ku pada hujan, mulai sekarang aku membencinya karena seorang lelaki. Ya, aku sudah jatuh hati padanya.

Bagian 8 (delapan)

Sore ini langkah kaki ku, beriringan dengan langkah kakinya. Aku senang, tapi hujan turun. Ah ! Aku semakin benci hujan ! Tapi tunggu, dia menggenggam tangan ku. Mengajak ku untuk berlari bersama air hujan. Hari ini aku, dia, dan hujan berada dalam satu waktu yang sama.

Bagian 9 (sembilan)

Aku menggenggam erat kertas ulangan ku, mata ku memanas, aku ingin menangis, kaki ku lemas. Dia berlari ke arah ku. Wajahnya panik, nafasnya memburu, aku bahkan mendengar suara detak jantungnya. Tangannya mengusap lembut pipi ku, basah. "Aku telat, kamu menagis. Aku akan memarahi guru matematika mu itu !"

Bagian 10 (sepuluh)

Aku memeluknya erat, terdengar nafas dan detak jantungnya yang teratur. Mata ku terpejam sejenak, menikmati aroma tubuhnya, kemudian aku tersenyum. "Nilai ku 100, lihat !"
Dia tertawa kencang, aku senang, matanya menyipit, lesung pipinya menajam. Tampan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SM - 02

SM - 04

SM - 03