Titik Temu

Prolog

Jeje tak pernah percaya adanya cinta, baginya cinta adalah semu. Sebab cinta tak bisa digenggam, tak bisa dilihat hanya bisa dirasa. Cinta itu bukan putih atau hitam melainkan abu-abu. Dulu Jeje percaya bahwa ia merasakan sebuah cinta saat masih berseragam abu-abu tapi saat seseorang dari masa lalunya berkata bahwa

"Dalam cinta bukan hanya iya atau tidak, melaikan juga bahasa lain yang berarti penolakan"

Saat itu ia merasa bahwa cintanya keliru. Tapi saat Jeje duduk dibangku perkuliahan semua berubah, cinta baginya nyata, tak lagi abu-abu. Setelah seseorang yang tengah duduk di depannya marah padahal baru saja lelaki berkumis tipis itu mengatakan perasaannya. Seseorang yang mengubah sudut pandangnya akan cinta.

Lalu apakah kali ini Jeje benar dalam mengartikan sebuah rasa yang biasa orang-orang sebut cinta ? Mari kita simak dalam setiap lembarnya....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SM - 02

SM - 04

SM - 03