Postingan

SM - 04

Gambar
Salah satu hal yang paling menyebalkan adalah hari dimana seorang siswa harus piket kelas. Dan hari ini, Senja sedang merasakan hal itu. Dimana ia harus bangun pagi, berangkat lebih awal, menyapu kelas, membersihkan papan tulis, menyiram bunga di taman depan kelas. Mungkin semuanya akan terasa ringan apabila dikerjakan dengan yang lain. Tapi masalahnya, hari ini Nita teman piket Senja tidak berangkat karena sakit. Dengan setengah hati Senja melakukan tugasnya sendiri. Ketika bel masuk berbunyi bu Shinta guru sejarah meminta Senja untuk pergi ke perpus mengambil buku paket. ***** Senja berjalan ke perpustakaan dengan kaki yang terkesan diseret-seret. Terlihat jelas kalau Ia benar-benar lelah. Padahal ia hanya mengerjakan hal-hal yang sederhana. Tapi banyak, dan sialnya dia belum sarapan pagi ini. "Bu mau pinjem buku paket sejarah kelas X" kata Senja ramah. "Oh ambil sendiri ya mbak, di rak nomor empat paling kanan." Senja hanya mengangguk, la...

SM - 03

Gambar
____________________________ Senja menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Turun!" perintah Alang dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya. "Gak mau..." Senja berkata lirih. "Terus mau kamu tu apa?" "Mau minta maaf aja. Hehhe." Senja tertawa renyah. "Apa?!" Alang sama sekali tidak menurunkan nada suaranya. "Senja mau minta maaf sama Alang." Kali ini mata Senja membulat sempurna, mencoba membuat Alang iba. "Ok ok gue nyerah..." terdengar nada putus asa dari seorang Alang. "Heheehehhe..." jawab Senja sederhana. ***** "Ran, kamu jadi ikut ekstra pencinta alam?" Senja bertanya pada Rani ketika bel pulang berbunyi. "Jadi sore ini kumpul, tapi mau ngerjain tugas kelompok dulu sama Tika." Jawab Rani sembari memasukkan buku ke dalam tas. "Oh, kok bisa ya kamu sama Tika?"  "Kan namanya Atika, kamu juga sama si Alang." "I...

SM - 02

Gambar
Hallooo semuanya...perkenalkan foto di atas adalah Senja. Lucu ya, gemessss gak sih? Hehheeh Sabar ya di bab-bab awal emang dibikin santai. Gak ada hal-hal romantis yang bikin senyum-senyum kaya cerita Mas Pandu. Masih tetep penasarankan Atau malah jadi bosen? Jangan bosen dulu ya. Hehehheee. ____________________________________ Satu minggu berlalu, setelah kejadian itu. Tak ada yang istimewa lagi antara Senja dan Adam. Sesekali memang Senja melihat Adam keluar dari kelasnya, ternyata ia kelas XII IPS 1. Atau ketika Adam jajan di kantin dengan temen-temennya, di depan ruang guru, di perpus, di lapang basket. Namun siang ini, sang waktu sedikit berbaik hati pada Senja. Ia bisa memandang Adam sedikit lebih lama dari biasanya. Sekalipun curi-curi pandang, hal itu cukup membuat Senja merasa senang. Ya hari ini tepatnya hari Senin. Senja bertemu dengan Adam di kantin. Ia tengah makan mie ayam dengan teman-temannya. Dengan es jeruk di sebelah mangkok yang berisi setengah...

SM - 01

Senja merasa terlalu dini untuk jatuh cinta. Tentu saja ia bilang begitu, Senja baru saja turun dari angkot. Dan lelaki itu melintas disampingnya dengan motor berwarna merah menyala, lengkap dengan helm yang menutupi kepalanya tapi tidak dengan wajah tampannya. Senja bahkan belum tahu siapa nama lelaki itu. Tapi anehnya, jantungnya berlomba saat melihat senyum manis itu. Hatinya menggebu-gebu seolah menginginkan sesuatu. Sebuah perkenalan. Sayangnya sang waktu tak berpihak dengannya. Lelaki itu berlalu begitu saja. Tanpa menyebutkan nama, tanpa berjabat tangan, hanya wangi parfumnya yang tertinggal. Lucunya bagi Senja, itu sudah cukup untuk pagi ini. Pagi pertama ia berseragam putih abu-abu. Senja meraba jantungnya, masih berdetak kencang. Senyum simpul menghiasi wajah cantiknya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu katanya dalam hati. Senja berjanji pada diri sendiri, ia akan mencari tahu siapa lelaki itu. Namun hari ini akan Senja kenang selama hidupnya. Dimana...

Senja Mahesswara- Prolog

Gambar
Senja Mahesswara, gadis yang memiliki mata hitam pekat. Seperti kopi tanpa gula pertanda duka. Gadis belia yang diam-diam berlinang air mata ketika malam tiba. Karna teringat orang tuanya yang tak lagi tinggal bersama. Senja juga kecewa saat dia tahu bahwa ia mencintai orang yang sama dengan sahabatnya. Namun, ditengah masa-masa rapuhnya. Ada seseorang yang datang tak diundang dari pintu belakang. Memaksa Senja untuk keluar dari zona yang penuh kenang dan juga mengekang. Dia adalah Bumi Mahessa Putra. Lelaki tangguh yang tak kenal pasrah. Tak peduli sekalipun ia lelah, sebelum Senja luluh dan berlabuh ia tak akan menyerah. Satu hal yang membuat Bumi bersyukur adalah ketika ia berhasil membuat Senja betah dan mau diajak menikah.

Titik Temu (hujan kala itu)

"Je udah ngerjain tugasnya bu Tantri belum?" "Lupa...." Jeje memasang wajah polosnya. "Masa sih calon istri ku ini lupa?" Agil nyengir kuda tanpa dosa. "Dih..." Jeje bergidik ngeri. "Hehhe namanya juga usaha. Beneran belum ngerjain?" Agil masih berusaha keras untuk mendapatkan jawaban dari Jeje. "Lupa tadi dipinjem sama siapa, coba cari sendiri dibangku belakang..." "Ok makasih say..." "Stoppp !" Jeje menutup telinganya rapat-rapat. Agil tersenyum sambil memberikan love-love di udara membuat Jeje seketika menjadi mual. Dia termasuk cewek yang risih ketika dideketin cowok secara terang-terangan. Sayangnya Agil tak paham itu, bagi Jeje, Agil hanyalah teman- yang cukup alay. Jeje kembali duduk dibangkunya, angin menampar pipinya lembut, ia melihat ke arah jendela. Awan yang tadinya berwarna biru laut itu lama-lama berubah menjadi abu-abu, daun-daun mulai berguguran, sedetik kemudian rintik hu...

Titik Temu (masa lalu)

Musim penghujan adalah musim yang sangat baik untuk mengulang kenangan bagi Jelita- Jeje. Rintik hujan yang jatuh, suaranya yang memenuhi setiap sudut ruang, juga genangan disepanjang jalan adalah perpaduan yang pas baginya untuk kembali pada sebuah masa. Masa yang biasa ia sebut dengan masa lalu. Jeje kembali membuka buku kecil berwarna biru bergambar awan. Ia mulai membaca dari lembar pertama. Dear diary... Hari ini aku sekolah, tapi seragamku ganti. Sekarang udah gak putih biru lagi melainkan putih abu-abu. Tapi sial! Hari ini aku kesiangan, jadi berangkatnya gak bareng sama si Mita. Angkotnya lama banget sumpah! Elahhh pada dimana sih abangnya. Nyebelin kali !!! Tapi tunggu, siapa tuh ? Senyumnya beuhhh manis kali....alamakkkk si abang seragamnya sama kaya punya ku. -Jelita Anggira- Ingatannya kembali pada saat dimana untuk pertama kalinya jantungnya berdetak sedikit lebih cepat, seolah jantungnya ingin lepas. Hanya karna sebuah senyuman. Dari seseorang yang berseragam ...